Inter Milan Puasa Belanja Pemain di Bursa Transfer Musim Dingin 2021

Peraturan yang melarang penonton untuk hadir ke stadion menjadi sebuah berita buruk bagi seluruh klub sepak bola di masa pandemi. Ketidakhadiran penonton membuat klub tak mendapat pemasukan dari penjualan tiket. Padahal itu merupakan sumber pemasukan utama bagi sebagian besar klub. Akibatnya, neraca keuangan klub mulai berantakan. Hal serupa terjadi pada salah satu raksasa Serie A Italia, Inter Milan.

Kondisi keuangan Nerazzurri belakangan ini mulai goyah. Untuk mengatasi masalah tersebut, manajemen Inter memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas di bursa transfer musim dingin kali ini. Itu artinya, Inter tak akan mendatangkan pemain baru hingga musim 2020/2021 berakhir.

Krisis keuangan

Sejak pandemi Covid-19 menyerang berbagai negara, kondisi sepak bola di seluruh dunia mulai tak stabil. Sejumlah klub mengalami kerugian besar. Bahkan tak sedikit dari mereka yang di ambang kebangkrutan dan berujung pada gulung tikar. Hal yang sama dialami oleh hampir semua klub Serie A Italia. Bahkan, klub elit sekelas Inter Milan pun merasakan dampak buruk dari pandemi ini.

Pendapatan La Beneamata terus merosot dalam kurun waktu setahun terakhir. Tidak adanya pemasukan dari penjualan tiket pertandingan berpengaruh sangat besar terhadap finansial klub. Oleh sebab itu, Inter mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan berhemat sebisa mungkin.

Direktur klub, Beppe Marotta, baru-baru ini mengumumkan bahwa timnya tak akan belanja satu pemain pun pada jendela transfer Januari 2021. Alasannya, Inter harus menyeimbangkan neraca keuangan klub di tengah krisis pandemi yang terjadi saat ini.

“Semua klub sedang menyusun strategi dan kami telah melakukan hal serupa” kata Marotta dalam sebuah sesi wawancara.

Butuh Pemasukan

Selain menekan angka pengeluaran, Inter juga mencoba untuk menambah pemasukan mereka musim ini. Salah satu langkah mereka adalah mencari investor baru yang bersedia mendanai operasional klub dalam beberapa tahun kedepan.

Beberapa waktu lalu, Marotta bersama Antonio Conte bertemu dengan salah satu konglomerat Tiongkok, Steffen Zhang. Rencananya, Zhang akan membeli sebagian kecil saham kepemilikan Inter sehingga tidak sampai menjual klub. Selain itu, untuk menambah pemasukan Inter akan mencoba menjual sejumlah pemain yang dianggap minim kontribusi musim ini. Hal ini terpaksa dilakukan Inter untuk meminimalisir pengeluaran untuk gaji pemain yang kabarnya mencapai 50 persen dari total pengeluaran klub.

Beberapa waktu lalu, Inter telah resmi melepas Radja Nainggolan ke Cagliari dengan status pinjaman. Dengan ini, Inter tak perlu pusing memikirkan gaji Nainggolan karena telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak Cagliari.

Selain itu, Inter juga mencoba melihat peluang dana yang masuk dari penjualan Christian Eriksen. Gelandang asal Denmark itu mulai tak betah di Inter dan kini menjadi buruan klub-klub raksasa. Inter kabarnya telah menawarkan Eriksen kepada sejumlah klub seperti PSG, Arsenal dan Real Madrid.

Target Juara

Dengan puasa belanja di awal tahun ini, berarti tak akan ada pemain baru di skuad Inter Milan. Mereka harus berjuang menyelesaikan sisa musim ini dengan skuad yang ada saat ini.

Hal tersebut dirasa tidak terlalu berat. Sebab, para pemain Inter belakangan ini mulai menunjukkan grafik yang meningkat. Kekompakan para pemain Inter juga mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan ini peluang Inter Milan meraih scudetto di akhir musim dinilai cukup terbuka lebar. Kini Inter berada di peringkat kedua klasemen Serie A dengan koleksi 36 poin dari 15 laga. Mereka akan terus bersaing ketat dengan AC Milan di tangga juara hingga akhir musim ini.

About Saputra Kenzie

Check Also

Ousmane Dembele

Ousmane Dembele Membaik, Saatnya Jaga Fokus Untuk Barcelona

Ousmane Dembele memang baru saja mengalami cedera yang cukup panjang di musim ini. Sang pemain …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *